<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pulau Bali Budaya</title>
	<atom:link href="http://goldlabel.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://goldlabel.wordpress.com</link>
	<description>Mari kita amankan dan lestarikan Pulau Bali</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Aug 2008 06:41:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='goldlabel.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pulau Bali Budaya</title>
		<link>http://goldlabel.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://goldlabel.wordpress.com/osd.xml" title="Pulau Bali Budaya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://goldlabel.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kriminal mulai hantui bali</title>
		<link>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/05/kriminal-mulai-hantui-bali/</link>
		<comments>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/05/kriminal-mulai-hantui-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 06:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goldlabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goldlabel.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Asyik Pacaran, Sepeda Motor Dirampas Baktiseraga, Nasib sial dialami sepasang muda-mudi yang dilanda kasmaran, dimana saat asyik berpacaran di Kawasan Pantai Indah, Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng, Komang Ginaya (25) warga Desa Selat, Kecamatan Sukasada dan pacarnya Depi dihampiri dua orang tidak dikenal dan mengaku sebagai anggota polisi serta merampas sepeda motor milik Ginaya, Minggu (11/5) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=20&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="title_news2"><strong>Asyik Pacaran, Sepeda Motor Dirampas</strong></span></h2>
<p><strong>Baktiseraga</strong>, Nasib sial dialami sepasang muda-mudi yang dilanda kasmaran, dimana saat asyik berpacaran di Kawasan Pantai Indah, Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng, Komang Ginaya (25) warga Desa Selat, Kecamatan Sukasada dan pacarnya Depi dihampiri dua orang tidak dikenal dan mengaku sebagai anggota polisi serta merampas sepeda motor milik Ginaya, Minggu (11/5) kedua pelaku saat ini sedang dicari polisi.</p>
<p>“Dalam aksinya, pelaku mengaku-ngaku sebagai aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas dan menanyakan KTP, bahkan merampas sepada motor milik korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Ambaryadi Wijaya,</p>
<p>Berdasarkan laporan di Mapolres Buleleng menyebutkan, dua pelaku datang menghampiri korban dan mengaku dari aparat kepolisian yang sedang melaksanakan operasi KTP.</p>
<p>”Saat diperiksa polisi gadungan itu, korban tidak dapat menunjukkan KTP sehingga pelaku minta kunci sepada motor milik korban, begitu dapat kunci, dua palaku itu menyuruh korban tetap di pantai, sementara kedua pelaku membawa kabur motor milik korban,” ujar Ambariyadi.</p>
<p>Akibat aksi perampasan sepeda motor itu, korban Komang Ginaya mengalami kerugian hampir mencapai sepuluh juta rupiah, sedangkan Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goldlabel.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goldlabel.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goldlabel.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goldlabel.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goldlabel.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goldlabel.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goldlabel.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goldlabel.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goldlabel.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goldlabel.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goldlabel.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goldlabel.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goldlabel.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goldlabel.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goldlabel.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goldlabel.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=20&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/05/kriminal-mulai-hantui-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29a6a9f0433f0c66fa99dd91fcc096f2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goldlabel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/04/16/</link>
		<comments>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/04/16/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 07:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goldlabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kerajinan Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[export]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[kerajinan tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goldlabel.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Kerajinan Bali Koperasi kerajinan di Provinsi Bali semakin terpuruk karena tidak mampu bersaing menyusul bermunculannya pasar-pasar seni di sekitar kawasan wisata. Selain itu, pengetahuan mengenai persaingan bisnis dan pemasaran yang dimiliki pengelola koperasi tersebut masih sangat minim. Bagaimana kami bisa bertahan jika pembeli yang biasanya wisatawan asing lebih memilih harga murah daripada melihat kualitas barang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=16&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="font-size:18pt;font-family:Arial;color:red;">Kerajinan Bali</span><span style="font-size:18pt;"></span></h1>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Koperasi kerajinan di Provinsi Bali semakin terpuruk karena tidak mampu bersaing menyusul bermunculannya pasar-pasar seni di sekitar kawasan wisata.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Selain itu, pengetahuan mengenai persaingan bisnis dan pemasaran yang dimiliki pengelola koperasi tersebut masih sangat minim.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Bagaimana kami bisa bertahan jika pembeli yang biasanya wisatawan asing lebih memilih harga murah daripada melihat kualitas barang kerajinan, kata Ketua Koperasi Kerajinan Sanggraha Kriya Asta, Cokorda Dalem Sukawati, Selasa .</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Koperasi Kerajinan Sanggraha Kriya Asta di Jalan Tohpati, Denpasar, itu adalah satu dari sejumlah koperasi kerajinan yang berdiri sejak tahun 1970-an, yang hingga sekarang masih bertahan. Koperasi tersebut bergerak dalam bidang pemasaran dengan menampung hasil kerajinan tangan dari para perajin se-Bali.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Menurut Cokorda, koperasi kerajinan lainnya sudah gulung tikar karena tidak mampu bersaing dan memasarkan produk kerajinan. Koperasi yang dipimpinnya pun kini terancam ambruk. Laba dari penjualan hasil kerajinan, seperti ukiran kayu, lukisan, tenun, menurun selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2000 koperasi itu masih mampu meraih laba sekitar Rp 64 juta.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Namun, pada tahun 2004 laba menurun hingga Rp 12 juta. Padahal, Sanggraha Kriya Asta harus membagi sisa hasil usaha kepada sedikitnya 200 anggota dan menggaji 10 karyawan.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Keluhan lain yang diungkapkan Cokorda adalah besarnya pajak yang harus dibayar. Beberapa kali kami mengajukan keringanan pajak, seperti PBB, tetapi selalu ditolak, katanya.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Setiap tahun koperasi kerajinan itu harus mengeluarkan setoran pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak penghasilan (PPh) sedikitnya Rp 7 juta. Belum lagi kami harus mengurus dan merawat seluruh hasil kerajinan yang dipajang di ruang pamer.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Tumbuh 10 persen</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Kepala Subdinas Bina Lembaga Koperasi Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Ketut Sunyana, mengakui belum optimalnya pemberdayaan koperasi. Meskipun pertumbuhan koperasi di Bali mendekati 10 persen, namun hal itu belum merupakan gambaran koperasi sudah maju.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;">Terkadang alasan beberapa orang yang mengajukan pembentukan koperasi hanya karena mendapat kemudahan mencari kredit perbankan.</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<address><span style="font-size:14pt;">Bagi temen2 yang berminat dengan kerajinan beli untuk lokal maupun export, kita bantu mencarikan kerajinan tersebut hanya dengan memberi  foto contoh kerajinan. Nanti kita akan berikan solusi dan gambar contoh kerajinan yang di maksud.  Pemesan baik secara grosir atau eceran, dengan harga yang terjangkau dan sebanding dengan kualitas kerajinan tersebut. Kontak saya Melaui YM ataupun email. kualitas dan serice yang terjamin. </span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:16pt;color:red;">bro_ngezt@yahoo.com</span><span style="font-size:16pt;"></span></span></address>
<address><span style="text-decoration:underline;"> </span></address>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goldlabel.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goldlabel.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goldlabel.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goldlabel.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goldlabel.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goldlabel.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goldlabel.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goldlabel.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goldlabel.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goldlabel.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goldlabel.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goldlabel.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goldlabel.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goldlabel.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goldlabel.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goldlabel.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=16&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/04/16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29a6a9f0433f0c66fa99dd91fcc096f2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goldlabel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Traditional Restourant</title>
		<link>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/03/traditional-restourant/</link>
		<comments>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/03/traditional-restourant/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 09:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goldlabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Usaha Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[ikan bakar]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[mengwi]]></category>
		<category><![CDATA[traditional restourant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goldlabel.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[WARUNG MADE MENGWI &#8220;Traditional Restourant&#8221; Tempat makan yg nyaman dan enak di Bali, WARUNG MADE mengwi di Jl.mengwitani, badung, Bali  Depasar &#8211; gilimanuk Km 15. Tempat makan yang sangat strategis dan mudah di jumpai. Letaknya sekitar 17 Km dari Tanah lot, 25 km dari bedugul, 15 Km dari pusat kota denpasar. Patokan lokasi adalah pasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=11&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><strong><span style="color:#000000;">WARUNG MADE MENGWI<br />
</span></strong></h1>
<h1><span style="color:#008000;"><strong>&#8220;Traditional Restourant&#8221;</strong></span></h1>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Tempat makan yg nyaman dan enak di Bali, <strong>WARUNG MADE mengwi</strong> di Jl.mengwitani, badung, Bali  Depasar &#8211; gilimanuk Km 15. Tempat makan yang sangat strategis dan mudah di jumpai. Letaknya sekitar 17 Km dari Tanah lot, 25 km dari bedugul, 15 Km dari pusat kota denpasar. Patokan lokasi adalah pasar hewan beringkit, pas di jalan utama denpasar &#8211; gilimanuk. kalau dari arah kota denpasar, warung made bertempat sebelum perbatasan Kota Badung-Tabanani Nanti ketemu tempat makan yg suasananya asri, bersih, luas dan nyaman. Kalau belum ketemu juga, tanya ma orang-orang di sekitaran mengwi pasti tau semua. Warung made Sangat cocok buat makan bareng keluarga, Warung made sering di gunakan politikus, para eksekutif terkenal untuk meeting. Pada saat musim liburan, para turis domestik dan mancanegara tidak akan lupa untuk mampir menikmati sajian makanan di warung made.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Menu makanan disini sudah dibuat paket, diperbolehkan juga jika ingin menikmati sajian terpisah pisah. Dalam menu paket terdapat nasi, sayur plecing, sup ikan, pepes ikan, sate lilit dan sambal mentah. Satu paket dengan harga per-porsi Rp. 12.000.-. Rsakan dan nikmati sate lilit dan pepes ikan, rasanya sangat mantap. Rempah-rempahnya sangat terasa. Di Warung made ada satu lagi hidangan spesial yaitu ikan bakar khas warung made, sensasi rasanya selalu nempel di lidah. Harganya pun tergantung size yang dapat di pilih, mulai dari Rp. 30.000,- s/d Rp 50.000,- Minumannya juga bermacam-macam, mulai dari jeruk, teh , es kelapa muda baik yang utuh atau pakai gelas. Semuanya sangat terjangkau di semua lapisan masyarakat. Jika ingin menikmati masakan ikan laut ala Bali yg tradisional, silahkan mampir ke warung made mengwi. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Contact</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Warung Made mengwi</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Spesial ikan bakar</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Terima pesanan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goldlabel.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goldlabel.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goldlabel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goldlabel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goldlabel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goldlabel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goldlabel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goldlabel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goldlabel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goldlabel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goldlabel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goldlabel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goldlabel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goldlabel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goldlabel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goldlabel.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=11&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/03/traditional-restourant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29a6a9f0433f0c66fa99dd91fcc096f2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goldlabel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Bali nan indah</title>
		<link>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/01/pulau-bali-nan-indah/</link>
		<comments>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/01/pulau-bali-nan-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 06:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goldlabel</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEJARAH BALI]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah pulau bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goldlabel.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Pulau Bali Penghuni pertama pulau Bali diperirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100 SM. Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=6&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="text-decoration:underline;"><strong>Sejarah Pulau Bali</strong></span></h1>
<p><span style="color:black;">Penghuni pertama pulau Bali diperirakan datang pada <a title="3000 SM (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=3000_SM&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="text-decoration:none;color:black;">3000</span></a>-<a title="2500 SM (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=2500_SM&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="text-decoration:none;color:black;">2500 SM</span></a> yang bermigrasi dari <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia"><span style="text-decoration:none;color:black;">Asia</span></a>. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman <a title="Prasejarah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah"><span style="text-decoration:none;color:black;">prasejarah</span></a> kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu"><span style="text-decoration:none;color:black;">Hindu</span></a> dari <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India"><span style="text-decoration:none;color:black;">India</span></a> pada <a title="100 SM" href="http://id.wikipedia.org/wiki/100_SM"><span style="text-decoration:none;color:black;">100 SM</span></a>.</span></p>
<p><span style="color:black;">Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama <a title="Balidwipa (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Balidwipa&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="text-decoration:none;color:black;">Balidwipa</span></a> (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya <a title="Prasasti Blanjong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Blanjong"><span style="text-decoration:none;color:black;">Prasasti Blanjong</span></a> yang dikeluarkan oleh <a title="Sri Kesari Warmadewa (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sri_Kesari_Warmadewa&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="text-decoration:none;color:black;">Sri Kesari Warmadewa</span></a> pada <a title="913 M (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=913_M&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="text-decoration:none;color:black;">913 M</span></a> dan menyebutkan kata <a title="Walidwipa (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Walidwipa&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="text-decoration:none;color:black;">Walidwipa</span></a>. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi <span style="text-decoration:underline;"><a title="Subak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subak"><span style="text-decoration:none;color:black;">subak</span></a></span> untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan <a title="Majapahit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit"><span style="text-decoration:none;color:black;">Majapahit</span></a> (<a title="1293" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1293"><span style="text-decoration:none;color:black;">1293</span></a>–<a title="1500" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1500"><span style="text-decoration:none;color:black;">1500</span></a> AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun <a title="1343" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1343"><span style="text-decoration:none;color:black;">1343</span></a> M. Saat itu hampir seluruh <a title="Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara"><span style="text-decoration:none;color:black;">nusantara</span></a> beragama <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu"><span style="text-decoration:none;color:black;">Hindu</span></a>, namun seiring datangnya <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"><span style="text-decoration:none;color:black;">Islam</span></a> berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari <a title="Pulau Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa"><span style="text-decoration:none;color:black;">Pulau Jawa</span></a> ke Bali.</span></p>
<p><span style="color:black;">Orang <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa"><span style="text-decoration:none;color:black;">Eropa</span></a> yang pertama kali menemukan Bali ialah <a title="Cornelis de Houtman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cornelis_de_Houtman"><span style="text-decoration:none;color:black;">Cornelis de Houtman</span></a> dari <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda"><span style="text-decoration:none;color:black;">Belanda</span></a> pada <a title="1597" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1597"><span style="text-decoration:none;color:black;">1597</span></a>, meskipun sebuah kapal <a title="Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis"><span style="text-decoration:none;color:black;">Portugis</span></a> sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada <a title="1585" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1585"><span style="text-decoration:none;color:black;">1585</span></a>. Belanda lewat <a title="VOC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC"><span style="text-decoration:none;color:black;">VOC</span></a> pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak <a title="1840" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1840"><span style="text-decoration:none;color:black;">1840</span></a>-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau <em><a title="Puputan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Puputan"><span style="text-decoration:none;color:black;">puputan</span></a></em>, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk <a title="Monarki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monarki"><span style="text-decoration:none;color:black;">rajanya</span></a>. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.</span></p>
<p><span style="color:black;"><a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang"><span style="text-decoration:none;color:black;">Jepang</span></a> menduduki Bali selama <a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II"><span style="text-decoration:none;color:black;">Perang Dunia II</span></a>, dan saat itu seorang perwira militer bernama <a title="I Gusti Ngurah Rai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/I_Gusti_Ngurah_Rai"><span style="text-decoration:none;color:black;">I Gusti Ngurah Rai</span></a> membentuk pasukan Bali &#8216;pejuang kemerdekaan&#8217;. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.</span></p>
<p><span style="color:black;">Pada <a title="20 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/20_November"><span style="text-decoration:none;color:black;">20 November</span></a> <a title="1940" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1940"><span style="text-decoration:none;color:black;">1940</span></a>, pecahlah pertempuran <a title="Puputan Margarana (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Puputan_Margarana&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="text-decoration:none;color:black;">Puputan Margarana</span></a> yang terjadi di desa Marga, <a title="Kabupaten Tabanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tabanan"><span style="text-decoration:none;color:black;">Kabupaten Tabanan</span></a>, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.</span></p>
<p><span style="color:black;">Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari <a title="Negara Indonesia Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Indonesia_Timur"><span style="text-decoration:none;color:black;">Negara Indonesia Timur</span></a> yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"><span style="text-decoration:none;color:black;">Republik Indonesia</span></a> yang diproklamasikan dan dikepalai oleh <a title="Sukarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sukarno"><span style="text-decoration:none;color:black;">Sukarno</span></a> dan <a title="Mohammad Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta"><span style="text-decoration:none;color:black;">Hatta</span></a>. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam <a title="Republik Indonesia Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Indonesia_Serikat"><span style="text-decoration:none;color:black;">Republik Indonesia Serikat</span></a> ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember <a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949"><span style="text-decoration:none;color:black;">1949</span></a>. Tahun <a title="1950" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950"><span style="text-decoration:none;color:black;">1950</span></a>, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.</span></p>
<p><span style="color:black;">Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun <a title="1963" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1963"><span style="text-decoration:none;color:black;">1963</span></a>, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali <a title="Transmigrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transmigrasi"><span style="text-decoration:none;color:black;">bertransmigrasi</span></a> ke berbagai wilayah lain di Indonesia.</span></p>
<p><span style="color:black;">Tahun <a title="1965" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965"><span style="text-decoration:none;color:black;">1965</span></a>, seiring dengan gagalnya <a title="Kudeta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kudeta"><span style="text-decoration:none;color:black;">kudeta</span></a> oleh <a title="G30S" href="http://id.wikipedia.org/wiki/G30S"><span style="text-decoration:none;color:black;">G30S</span></a> terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan <a title="Partai Komunis Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia"><span style="text-decoration:none;color:black;">Partai Komunis Indonesia</span></a>. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal <a title="Orde Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru"><span style="text-decoration:none;color:black;">Orde Baru</span></a> tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali#cite_note-0"><span style="text-decoration:none;color:black;">[1]</span></a></sup></span></p>
<p><span style="color:black;">Serangan <a title="Terorisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Terorisme"><span style="text-decoration:none;color:black;">teroris</span></a> telah terjadi pada <a title="12 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Oktober"><span style="text-decoration:none;color:black;">12 Oktober</span></a> <a title="2002" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2002"><span style="text-decoration:none;color:black;">2002</span></a>, berupa serangan <a title="Bom mobil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bom_mobil"><span style="text-decoration:none;color:black;">Bom Bali 2002</span></a> di kawasan pariwisata <a title="Kuta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuta"><span style="text-decoration:none;color:black;">Kuta</span></a>, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan <a title="Bom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bom"><span style="text-decoration:none;color:black;">Bom Bali 2005</span></a> juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goldlabel.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goldlabel.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goldlabel.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goldlabel.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goldlabel.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goldlabel.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goldlabel.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goldlabel.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goldlabel.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goldlabel.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goldlabel.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goldlabel.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goldlabel.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goldlabel.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goldlabel.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goldlabel.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goldlabel.wordpress.com&amp;blog=4066396&amp;post=6&amp;subd=goldlabel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goldlabel.wordpress.com/2008/08/01/pulau-bali-nan-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/29a6a9f0433f0c66fa99dd91fcc096f2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goldlabel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
